Gugatan BP2SS Terhadap Hasil Pilkada OKU Th 2020, Di Tolak MK

oleh -1,481 views

Baturaja, Modern Terkini – Hasil empat dari tujuh pemilihan kepala daerah (pilkada) di Sumatera Selatan digugat ke Mahkamah Konstitusi (MK). Dua daerah di antaranya dimenangkan calon tunggal yang melawan kolom kosong. Yakni Pilkada di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) dan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan.

Salah satu kemenangan calon tunggal digugat ke MK adalah Pilkada Ogan Komering Ulu (OKU). Gugatan dilayangkan Ketua Barisan Pemantau Pemilu Sumsel Kabupaten OKU Prendi Alhafiz pada 17 Desember 2020.

Penggugat menemukan empat pelanggaran secara terstruktur, sistematis, dan masif (TSM). Yakni politik uang yang menyasar kebanyakan pemilih, tidak transparan saat rekapitulasi perolehan suara, melibatkan perangkat desa, dan banyaknya pemilih yang tidak masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT).

Baca Juga :  Pemerintah Desa Belatung Mengadakan, Musyawarah Penetapan Penyusunan RPJMDes 2020 /2026

Mahkamah Konstitusi (MK) Republik Indonesia akhirnya menolak gugatan yang diajukan oleh penggugat dalam perkara sengketa Pilkada OKU. Putusan MK tersebut dibacakan dalam sidang putusan yang dibacakan dalam sidang Pengucapan Putusan/Ketetapan Perselisihan Hasil Pemilihan Kepala Daerah Tahun 2020 yang disiarkan live via youtube Mahkamah Konstitusi RI, Senin (15/2/2021) petang .

“Dalam pokok perkara Menyatakan permohonan pemohon tidak dapat diterima” demikian bunyi putusan majelis 9 hakim konstitusi yang dipimpin Anwar Usman selaku ketua merangkap anggota.

Sementara dalam Eksepsi Amar putusan majelis hakim menyatakan bahwa : 1. menyatakan Eksepsi termohon dan pihak terkait berkenaan dengan kedudukan hukum pemohon beralasan menurut hukum 2. menyatakan pemohon tidak memiliki kedudukan hukum.

Baca Juga :  ARIF AWLAN, SH Nakhodai PERADI OKU RAYA Priode 2021-2026

Ketua KPU OKU Naning Wijaya, ST saat dihubungi via telpon usai pembacaan putusan di MK tersebut menyatakan bahwa pasca pembacaan putusan MK tersbut maka tidak ada upaya hukum lain (yang dapat mempermasalahkan hasil Pilkada OKU 2020).

“Pasca putusan MK ini KPU OKU akan segera menetapkan calon terpilih hasil Pilkada OKU 2020,” ucap Naning.

Menurut Naning jika sore ini (Senin) salinan putusan MK bisa diambil, maka tanggal 17 Februari KPU akan menetapkan pasangan Drs. H. Kuryana Azis dan Drs. Johan Anuar, SH., MM., sebagai pasangan terpilih pilkada OKU. Namun jika besok (Selasa) salinan baru bisa diambil, maka penetapan pasangan terpilih akan dilaksanakan tanggal 18 Februari 2021.

“Penetapan ini nantinya akan kami serahkan ke DPRD OKU untuk menjadi dasar penetapan calon Bupati dan Wakil Bupati OKU terpilih oleh DPRD,” sambung Naning.

Baca Juga :  Tim Singa Ogan Polres OKU Ungkap "Pencurian Dengan Pemberatan "

Terpisah Ketua Bawaslu OKU Dewantara Jaya, SP., melalui Koordinator Divisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu OKU Anggi Yumarta yang hadir langsung di MK menjelaskan bahwa MK telah memberikan putusan yang adil bagi kehidupan demokrasi di OKU.

“Terlepas dari berbagai macam dinamika permasalahan selama pelaksanaan proses Pilkada di Kabupaten OKU Alhamdulillah MK RI telah memberikan putusan yang adil bagi kehidupan demokratisasi diwilayah Kabupaten OKU,” ujar Anggi singkat.

Gugatan Pilkada OKU sendiri terregistrasi di MK dengan No : 8/PHP. BUP. XIX/2021 dengan pemohon Barisan Pemantau Pemilu Sumatera Selatan (BP2SS).

Reporter : BWS

Print Friendly, PDF & Email

No More Posts Available.

No more pages to load.