Kejari OKU Tetapkan 2 Pegawai Dinas Pertanian OKU Sebagai Tersangka Korupsi Program Serasi

oleh -118 views
Tersangka AP dan HH saat akan dibawa ke mobil tahanan Kejari OKU

OKU, Modern Terkini  – Kejaksaan Negeri Ogan Komering Ulu telah menetapkan 2 (dua) orang Pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Ogan Komering Ulu sebagai tersangka perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam pelaksanaan  program SERASI (Selamatkan Lahan Rawa Sejahterahkan Petani), Kamis (25/5/2023).

“Dua orang yang kita tetapkan tersangka pada hari ini adalah AP selaku PPK Kegiatan Program Serasi dan HH Staf di Dinas Pertanian OKU,” ucap Kajari OKU Choirun Parapat, SH., MH., didampingi didampingi Kasi Intelijen Variska Ardina Kordiansyah, SH., MH., dan Kasi Tindak Pidana Khusus Yerry Tri Mulyawan, SH., dalam konferensi persnya di Aula Kejari OKU.

Dijelaskan oleh Kejari OK bahwa penahanan kedua tersangka dilaksnakan setelah tim penyidik menemukan 2 alat bukti dalam proses penyidikan perkara tindak pidana korupsi program Serasi.

Baca Juga :  Paripurna DPRD, Bupati Sampaikan Raperda Pertanggung Jawaban Pelaksanaan APBD Tahun 2019

Dugaan korupsi program Serasi tersebut menurut Kajari menjadi atensi khusus Kejaksaan karena program tersebut menurut Kajari yang sangat dibutuhkan petani, program tersebut bertujuan untuk meningkatkan kualitas lahan pertanian, sehingga petani menjadi makmur.

Dijelaskan Kajari bahwa Program Serasi sendiri merupakan program di Dinas Pertanian Kabupaten OKU yang dananya bersumber dari APBN tahun anggaran 2019  dengan anggaran sebesar  Rp. 1.290.000.000, untuk 6 kelompok tani di Kabupaten OKU.

“Bahwa para tersangka secara bersama-sama diduga melakukan tindak pidana korupsi  dengan melakukan penyimpangan terhadap penggunaan dana kegiatan yang seharusnya digunakan oleh kelompok tani namun diguankan untuk keperluan lain diluar peruntukannya dan juga untuk kepentingan pribadi para tersangka,” jelas Kajari OKU menyampaikan modus operandi para tersangka.

Baca Juga :  Dua Terduga Melakukan Transaksi Narkoba, Diciduk SatRes Narkoba Polres OKU

Disampaikan Kajari bahwa apa yang dilakukan para tersangka tersebut  bertentangan dengan Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor: 03/kpts/RC.210/B/02/2019 dimana SERASI merupakan perogram yang dilaksanakan masyarakat yang tergabung dalam kelompok tani secara swadaya.

“Akibat perbuatan para tersangka mengakibatkan kerugian keuangan negara sebesar lebih kurang tiga ratus juta rupiah,” beber Kajari OKU.

Para tersangka disangkakan melanggar Subsidaritas yakni Primair Pasal 2 ayat (1) Jo Pasal 18 Undang-undang RI No: 31 tahun 1999 yang telah diubah dengan Undang-undang No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Subsidair Pasal 3 Jo Pasal 18 Undang-undang RI No. 31 tahun 1999 yang telah diubah dengan Undang-undang No. 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Baca Juga :  Ketua DPRD OKU : Usulan Pj Bupati OKU Telah Disampaikan, Kemendagri Punya Waktu 21 Hari Untuk Menetapkan Pj Bupati

“Untuk kepentingan penyidikan tersangka selama 20 hari kedepen di tahan di Rutan Baturaja Kelas II B,” sambung  Kajari.

Saat ditanya wartawan apakah akan ada tersangka lain dalam kaasus tersebut, Kajari menegaskan bahwa Kejari OKU menetapkan seseorang sebagai tersangka berdasarkan alat bukti.

“Jika nanti dalam proses penyidikan ditemukan alat bukti lain yang mengarah pada tindak pidana pihak lain, tentu kita tidak akan segan-segan juga meminta pertangungjawaban kepada pihak tersebut,” tandas Kajari.

 

Print Friendly, PDF & Email

No More Posts Available.

No more pages to load.