Robet : Masak Kita Mau Percaya Dengan Oknum Anggota DPRD Yang Menyamakan Penggembokan Dan Hilangnya Kursi Di Gedung DPRD Dengan Urusan Selangkangan?

oleh -689 views
Josi Robet, S.Pd /net

BATURAJA – Ada oknum anggota DPRD Kabupaten Ogan Komering Ulu yang saat ini tengah mencoba mencari sensasi. Penilaian tersebut disampaikan oleh Josi Robet, S.Pd., kepada wartawan, Senin (27/11/2023).

Sensasi dimaksud dijelaskan oleh Robet berupa penggiringan opini oleh oknum anggota DPRD OKU yang menyatakan adanya kejahatan anggaran sebesar 47 milyar dalam pembahasan RAPBD OKU 2024.

“Oknum anggota DPRD OKU itu menyebar isu di media bahwa telah terjadi kejahatan anggaran, padahal jika kita menyimak pada Rapat Paripurna DPRD OKU 24 November 2023 lalu, tuduhan tak mendasar itu telah dibantah dan dijelaskan oleh Ketua dan anggota Komisi 2 dan bahkan Pimpinan DPRD OKU,” ucap pria yang menjabat sebagai Ketua Ormas Garda OKU itu.

Dijelaskan oleh Robet bahwa dalam Rapat paripurna tersebut Ketua Komisi 2 DPRD OKU Umi Hartati secara tegas menyampaikan bahwa tak ada apa yang disebut kejahatan anggaran, menurut Umi, pembahasan anggaran seperti yang dimaksudkan tersebut telah selesai pada pembahasan di Komisi 2 DPRD OKU bersama mitra kerja mereka.

Baca Juga :  Insya Allah Bulan November Muara Enim Akan Mengadakan Event 4 X 4 Adventure Di Bumi Serasan Sekundang

Menurut Robet pada rapat paripurna tersebut, Ketua Komisi 2 sudah menyampaikan bahwa apa yang dibahas tersebut merupakan hasil pembahasan bersama Komisi 2 dengan mitra kerja mereka, dan bukan keputusan satu atau dua orang.

Bahkan apa yang disampaikan oleh Ketua Komisi 2 tersebut juga diperkuat oleh Ketua DPRD OKU yang juga turut hadir saat rapat di Komisi 2 saat itu.

“Bahkan Ketua DPRD saat itu sudah mempersilahkan pembahasan anggaran tersebut untuk dibahas di Rapat Badan Anggaran, dan bukan dibahas pada paripurna malam itu, karena paripurna malam itu adalah Rapat Paripurna dengan agenda penyampaian laporan komisi-komisi tentang RAPBD OKU 2024,” jelasnya.

Josi Robet menilai apa yang disampaikan oknum anggota dewan tersebut adalah sekedar mencari sensasi, karena menurutnya pembahasan RAPBD masing-masing ada tahapan dan waktunya.

“Kan aturannya sudah jelas, ada rapat komisi-komisi dengan mitra kerja membahas RAPBD, kemudian laporan komisi di sampaikan dalam paripurna, kemudian dibahas di badan anggaran , dilanjutkan dengan laporan badan anggaran di paripurna, terus rapat fraksi untuk menyusun pendapat akhir fraksi, baru ada penyampaian pendapat akhir fraksi dilanjutkan dengan kesimpulan DPRD dan diakhiri dengan penandatanganan keputusan bersama antara DPRD dan Pemerintah,” urainya.

Baca Juga :  Hendak Kekebun, Nahas Diserang Beruang

Oleh karena itu dirinya berharap masyarakat tidak terpengaruh dengan upaya nakal oknum anggota DPRD OKU yang tengah mencoba menebar sensasi tersebut.

“Kita pasti ingat track record yang bersangkutan, dia kan oknum yang ketika terjadi penggembokan dan hilangnya kursi di Ruang Paripurna DPRD OKU beberapa waktu yang lalu dia samakan dengan urusan rumah tangga pribadi, bahkan menyamakannya dengan urusan selangkangan, masak kita masih mau percaya dengan oknum seperti ini,” tandas Robet.

Sebelumnya ramai di grup Whatsapp rekaman dan berita anggota DPRD OKU dari Fraksi PAN Mirza Gumay menyatakan telah terjadi kejahatan anggaran dalam Pembahsan RAPBD OKU tahun anggaran 2024 sebesar 47 milyar. Pernyataan tersebut disampaikan Mirza Gumay dalam Rapat Paripurna DPRD OKU, Jumat (24/11/2023) dengan agenda agenda penyampaian laporan komisi-komisi tentang RAPBD OKU 2024. Menurut Mirza kejahatan anggaran tersebut didasarkan pada tidak dimasukkannya kegiatan pembangunan yang terkena recofusing di tahun 2023 pada RAPBD 2024.

Baca Juga :  Klaim Dari Pemberi Kerja Banyak Barang Hilang, Upah Buruh Belum Terealisasi

Namun pernyataan Mirza Gumay tersebut telah dijawab dan dibantah oleh Ketua Komisi 2 Umi Hartati dan anggota Komisi 2, Hj. Indrawati dalam rapat paripurna tersebut.

Menurut Umi Hartati dan Hj. Indrawati apa yang disampaikan Mirza tersebut tidaklah benar, menurut mereka pembahasan di Komisi bersama mitra kerja telah dilakukan secara bersama-sama, dan hasil dari kesepakatan seluruh anggota Komisi 2 bersama mitra kerja tersebut yang menjadi acuan dalam laporan Komisi 2 dan bukan merupakan pendapat satu atau dua orang. Bahkan dijelaskan oleh keduanya bahwa dalam rapat Komisi 2 tersebut Mirza Gumay juga turut hadir.

Senada dengan Ketua dan anggota Komisi 2 DPRD OKU tersebut, Ketua DPRD OKU H. Marjito Bachri dan Wakil ketua DPRD OKU Yoni Risdiyanto yang memimpin rapat paripurna tersebut juga turut menjelaskan bahwa pembahsan di Komisi-komisi telah selesai dan jika ingin membahsa anggaran tersebut, mereka mempersilahkan Mirza Gumay untuk membahsanya di Rapat Badan Anggaran. (Tim)

Print Friendly, PDF & Email

No More Posts Available.

No more pages to load.